Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain.
komponen-komponen komunikasi adalah:
1. Pengirim atau komunikator (sender ) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
2. Pesan ( message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
3. Saluran ( channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan.
3. Penerima atau komunikate (receiver ) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
4. Umpan balik ( feedback ) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
5. Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu
akan dijalankan ("Protokol")
Pada umumnya, komunikasi dapat dilakukan secara verbal/nonverbal (suara, tulisan, bahasa tubuh) , konvensional/nonkonvensional
Komunikasi yang efektif memiliki 3 pilar
1. Ketepatan informasi
2. Efisiensi waktu
3. Suportif terhadap pelaku komunikasi
Secara garis besar, Komunikasi dokter dengan pasien memiliki 3 sesi
1. Sesi Eksplorasi (dilakukan oleh pasien), pasien memberikan penjelasan terhadap penyakitnya, disini dokter hanya menyimak apa yang diutarakan pasien.
2. Sesi Eksplanasi (dokter), dokter mulai merespon informasi yang diberikan pasien dengan memberikan penjelasan mengenai keluhan2nya,
3. Negosiasi (dokter/pasien), keduanya saling berbicara untuk mencari jalan terbaik dalam penanggulangan penyakitnya.
Komunikasi efektif perlu dimiliki seorang dokter, tujuannya agar tercipta
1. Hubungan kerja yg baik antar personil
2. Meningkatkan kepuasan pasien
3. Meningkatkan pemahaman pasien
4. Meningkatkan kepatuhan pasien
Karakteristik komunikasi efektif yang berhasil dilakukan
1. Timbul Persepsi yang sama antara komunikan & komunikator
2. Timbul Perasaan Yang sama
3. Persuasif
4. Terjalin Hubungan yg baik antara komunikan & komunikator
5. Aksi (ada yg berubah sikapnya/prilakunya) setelah pesan disampaikan
Bagaimana caranya? Komunikasi efektif dokter dengan pasien dapat ditingkatkan, bila
1. Dokter Aktif bertanya untuk memahami keluhan pasien
2. Pasien mau berbagi komunikasi dengan dokter dengan memberikan informasi tentang penyakitnya dengan jelas.
Disamping itu, Agar komunikasi efektif antara dokter dengan pasien bisa tercapai, dokter dan pasien harus memiliki sifat
1. Respek satu sama lain
2. Empati terhadap pasien
3. Audible (suara pembicaraan harus dapat didengar)
4. Clarity (jelas bicaranya)
5. Humble (rendah hati)
Hambatan komunikasi effektif
1. Pribadi yang kurang mampu berkomunikasi baik
2. Bahasa yang berbeda
3. Manajemen waktu yang kurang
4. Lingkungan Kerja yang kurang kondusif
5. Ketidaktahuan informasi
6. Kelemahan manusia (lelah, stress)
7. Inkonsisten dlm memberikan informasi
Dalam komunikasi, menjadi pendengar yang baik adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan, namun mendengar saja tidak cukup, seorang penerima pesan harus menjadi seorang penyimak yang baik.
Berikut Perbedaan mendengar dan menyimak
Mendengar --> proses yang pasif, penerima pesan hanya mendengarkan saja pesan yang disampaikan komunikator tanpa ada respon terhadap isi pesan, sehingga mendengarkan saja tidak bisa disebut komunikasi
Menyimak --> proses yang aktif, penerima pesan tidak hanya mendengarkan pesan tetapi juga memberikan respon terhadap isi pesan yang disampaikan komunikator.
Komunikasi dokter dng dokter
1. Konsultasi
2. Komunikasi didalam rumah sakit
3. Komunikasi biasa diluar rumah sakit
Dokumentasi komunikasi di rumah sakit
1. Catatan medik pasien tertulis di rekam medik
2. Surat konsultasi
3. Jawaban surat konsultasi
4. Dikomunikasikan, tidak hanya ditulis
Bagaimana dengan konsultasi lewat telepon?
Jawban konsultasi via telepon menggunakan metode tbak (tulis, bacakan & konfirmasi), ketika bertemu dengan yang memberi konsul jangan lupa untuk diminta tanda tangannya.
Dalam kegiatan sehari-hari, sering kali dokter harus menyampaikan kabar buruk tentang kondisi penyakit yang diderita pasien.
Bagaimana caranya?
Berikut adalah Trik memberi kabar buruk kepada pasien
Dengan metode "Ask-tell-ask" Maksudnya
1. Tanyakan apa yg diketahui oleh pasiennya tentang penyakitnya,
2. Peringatkan dahulu bahwa ada kabar buruk sebelum memberikan informasi yang sebenarnya.
3. Tanya ulang, apakah pasien sudah memahami mengenai penyakit yg dideritanya
Tujuan managemen komunikasi dlm memberi kabar buruk
1. Pasien dapat memahami penyakitnya
2. Mensupport keluarga pasien
3. Mengurangi resiko tuntutan malpraktek


0 komentar:
Posting Komentar